Minggu, 11 Mei 2025

Pengabdian Kepada Masyrakat : Analisis dan Strategis Pengendalian Risiko UMKM Martabak Pecenongan 78



LAPORAN AKHIR

PENGABDIAN KEPADA MASYRAKAT (PKM)

TAHUN PELAKSANAAN SEMESTER GENAP 2024/2025



ANALISIS MANAJEMEN RISIKO SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN USAHA PADA UMKM MARTABAK PECENONGAN 78


Dosen Pengampu

Reniza Helena Putri, S.E., M.Si.


Anggota :


Claudia Bellenica

(22412015)

Dede Septiyani

(22412034)

Hany Sabrina

(22412040)

M. Ridho Al-farizi

(22412032)

Novilya M. Andini

(22412017)

Rizky Aldy

(22412027)

Sabila Rahmadani

(22412037)

 

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA


     


RINGKASAN

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu UMKM Martabak Pecenongan 78 dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola berbagai risiko usaha yang dihadapi, agar mampu meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan bisnisnya. Martabak Pecenongan 78 merupakan usaha kuliner populer di Kota Bandar Lampung, namun tetap menghadapi berbagai tantangan yang umum terjadi pada UMKM, seperti risiko operasional, pemasaran, teknologi, regulasi, hingga lingkungan.Melalui metode wawancara dan observasi langsung, tim berhasil mengidentifikasi sejumlah risiko kunci yang berpotensi mengganggu operasional, seperti ketergantungan pada tenaga kerja tertentu, perubahan tren pasar, gangguan teknis pada sistem pemesanan online, serta risiko banjir. Strategi mitigasi yang disarankan antara lain meliputi pelatihan lintas fungsi karyawan, inovasi menu, pencatatan transaksi manual sebagai cadangan, hingga penyesuaian operasional saat cuaca ekstrem.

Kegiatan ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya manajemen risiko yang sistematis. Martabak Pecenongan 78 menunjukkan komitmen dalam menerapkan strategi-strategi adaptif yang telah disampaikan. Dengan pendekatan partisipatif dan solutif, program ini diharapkan mampu menjadi model penerapan manajemen risiko yang dapat ditiru oleh UMKM lain guna meningkatkan daya tahan dan daya saing usaha mereka di tengah dinamika industri kuliner yang terus berkembang.




 BAB I 

PENDAHULUAN

1.1    Analisa Situasi

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran ini semakin menonjol di tengah kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian, di mana UMKM menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal. Tidak hanya di sektor formal, tetapi juga pada sektor informal, UMKM turut menjadi penggerak ekonomi yang menyentuh langsung lapisan masyarakat akar rumput. Namun demikian, di balik kontribusinya yang besar, UMKM juga menghadapi berbagai tantangan serius yang dapat menghambat perkembangan dan keberlanjutan usaha mereka.

Tantangan-tantangan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari keterbatasan modal, akses terhadap teknologi, hingga kemampuan manajerial yang masih rendah. Di samping itu, risiko-risiko yang timbul dari faktor internal dan eksternal seperti fluktuasi harga bahan baku, persaingan pasar, perubahan regulasi, serta krisis ekonomi dan bencana alam juga menjadi ancaman yang tidak dapat diabaikan. Dalam kondisi seperti ini, banyak UMKM yang belum menyadari pentingnya langkah preventif dalam menghadapi risiko. Akibatnya, mereka cenderung bersikap pasif dan tidak siap dalam menghadapi situasi krisis.

Martabak Pecenongan 78 merupakan salah satu contoh UMKM di bidang kuliner yang telah dikenal luas di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan. Dengan keunikan produk, strategi lokasi yang strategis, dan loyalitas pelanggan yang cukup tinggi, usaha ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Selain itu, brand lokal ini juga menjadi bagian dari identitas kuliner khas malam hari yang cukup dikenal di daerahnya. Namun demikian, di balik keberhasilan tersebut, terdapat risiko-risiko bisnis yang dapat mempengaruhi kinerja usaha jika tidak ditangani secara serius. Risiko seperti keterlambatan pasokan bahan baku, penurunan daya beli masyarakat, penurunan kualitas produk karena human error, serta ketergantungan pada karyawan kunci menjadi persoalan yang perlu diidentifikasi dan dikelola dengan baik.

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan tim pengabdian, diketahui bahwa Martabak Pecenongan 78 masih belum menerapkan sistem manajemen risiko yang terstruktur dan terdokumentasi. Penanganan terhadap permasalahan bisnis lebih banyak bersifat reaktif dan bergantung pada intuisi pemilik usaha. Hal ini tentu menjadi perhatian, mengingat tanpa perencanaan risiko yang matang, usaha akan lebih rentan terhadap guncangan internal maupun eksternal yang dapat mengganggu kontinuitas operasional. Selain itu, kurangnya dokumentasi prosedur kerja dan sistem pengawasan juga berpotensi menimbulkan inkonsistensi dalam operasional sehari-hari.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan analisis terhadap risiko- risiko yang mungkin timbul dalam operasional Martabak Pecenongan 78. Analisis ini mencakup identifikasi, evaluasi, serta penyusunan strategi mitigasi yang sesuai dengan kapasitas dan karakteristik usaha. Langkah ini dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pelaku usaha secara langsung, agar solusi yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan dapat diterapkan secara mandiri. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya membantu dalam mengurangi potensi kerugian, tetapi juga meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Selain itu, pelatihan dan pendampingan juga diberikan sebagai upaya membangun kesadaran dan keterampilan pelaku usaha dalam menerapkan prinsip manajemen risiko secara konsisten.

Dengan adanya intervensi melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan UMKM seperti Martabak Pecenongan 78 mampu bertransformasi menjadi usaha yang lebih adaptif, resilien, dan berdaya saing tinggi. Strategi penguatan manajemen risiko ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi UMKM lain dalam membangun fondasi usaha yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan.


1.2    Permasalahan UMKM

Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik UMKM bahwa permasalahan yang sekarang sedang terjadi yaitu :

1. Martabak Pecenongan 78 belum memiliki sistem formal untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menangani risiko. Hal ini menyebabkan penanganan risiko bersifat reaktif, bukan preventif.



 

BAB II

SOLUSI DAN TARGET LUARAN KEGIATAN


Berdasarkan data yang diperoleh, Martabak Pecenongan memiliki permasalahan yaitu dari sisi operasional, mereka mengalami risiko yang berkaitan dengan ketergantungan pada tenaga kerja, di mana ketidakhadiran atau pengunduran diri mendadak dapat mengganggu aktivitas produksi. Untuk mengatasi hal ini, mereka menerapkan sistem shift, rolling kerja, serta melatih karyawan agar mampu menjalankan lebih dari satu tugas. Dalam hal pemasaran, mereka menghadapi tantangan mengikuti tren kuliner yang cepat berubah, sehingga berinovasi dengan menambahkan varian rasa baru, membuat paket martabak mini untuk anak-anak, dan aktif mempromosikan produk melalui media sosial.

Dari aspek hukum dan regulasi, mereka telah memenuhi persyaratan seperti Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), sertifikat laik hygiene, dan izin lingkungan, serta rutin memperbarui dokumen legal dan mengikuti peraturan pemerintah. Risiko teknologi juga menjadi perhatian, terutama terkait gangguan sistem pada aplikasi pemesanan online, yang mereka atasi dengan pencatatan manual sebagai cadangan dan bekerja sama dengan penyedia aplikasi yang responsif. Selain itu, mereka menghadapi risiko lingkungan akibat sistem drainase yang kurang baik sehingga lokasi usaha berpotensi tergenang saat hujan deras. Sebagai langkah mitigasi, mereka memilih tidak berjualan saat cuaca ekstrem, menyimpan peralatan penting di tempat lebih tinggi, dan mempertimbangkan asuransi usaha. Secara keseluruhan, Martabak Pecenongan 78 telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengelola risiko dan menjaga keberlanjutan usahanya melalui berbagai strategi adaptif dan inovatif.

Target luaran dari kegiatan PKM ini yakni:

1.        Analisis manajemen risiko yang terunggah di Blog

2.        Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat

3.        Dokumentasi kegiatan

 

2.1.   Jenis Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah melakukan kegiatan wawancara guna menganalisis manajemen risiko dari UMKM Martabak Pecenongan 78 dengan memberikan beberapa pertanyaan.


 

BAB III 

METODE PELAKSANAAN

3.1    Tahapan pelaksanaan

Sebelum melaksanaan PKM, kami melakukan observasi UMKM dengan mengobservasi berapa karyawan dalam yang bekerja untuk kebutuhan menganalisis kemungkinan risiko, dan jika UMKM mengizinkan tim, UMKM memberikan izin kepada kami untuk melakukan kegiatan analisis dan wawancara.

Setelah kami memutuskan untuk memilih Martabak Pecenongan 78 untuk kegiatan projek mata kuliah manajemen risiko, kami mengobservasi ke UMKM dan bertemu dengan pemilik dari UMKM tersebut. Setelah kami berbincang maksud dan tujuan kami ingin melakukan wawancara di Martabak Pecenongan 78, pemilik UMKM mengizinkan untuk diadakannya wawancara.

Pada tanggal 9 Mei 2025 pada pukul 16.30-17.30 di Martabak Pecenongan dilaksanakan kegiatan wawancara dengan memberikan beberapa pertanyaan terkait manajemen risiko. Tim melakukan pengenalan beberapa anggota tim PKM, kemudian melakukan wawancara tersebut dengan memberikan beberapa pertanyaan yaitu :

1.      Bagaimana UMKM mengatasi gangguan operasional jika karyawan kunci tidak masuk atau resign secara tiba-tiba?

2.  Apa strategi UMKM jika permintaan produk tiba-tiba menurun karena tren pasar berubah?

3.   Apakah seluruh izin usaha dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah telah dipenuhi oleh UMKM?

4.   Bagaimana UMKM mengantisipasi risiko jika sistem kasir atau aplikasi marketplace mengalami gangguan teknis?

5.  Apakah lokasi UMKM rentan terhadap bencana alam seperti banjir, dan apa upaya mitigasinya?

3.2    Rincian Kegiatan Kunjungan

Adapun rincian kegiatan kunjungan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :


Tabel 1. Rincian Kegiatan PKM

 

No

Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

1.

Observasi UMKM

6 Mei 2025

2.

Wawancara

9 Mei 2025

3.

Penyusunan Luaran Kegiatan dan Laporan Akhir

11 Mei 2025

3.3    Kontribusi Mitra Terhadap Kegiatan

Dalam kegiatan ini, Martabak Pecenongan 78 menunjukkan partisipasi yang aktif dan kooperatif. Mitra secara antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses wawancara awal, diskusi mendalam mengenai kondisi usaha, hingga keterlibatan dalam proses identifikasi dan analisis risiko. Pemilik usaha beserta tim operasional memberikan informasi yang terbuka dan jujur mengenai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan bisnis sehari-hari, sehingga sangat membantu dalam memperoleh data yang akurat dan relevan.

Selain itu, mitra juga memberikan masukan dan tanggapan yang konstruktif selama sesi konsultasi dan pelatihan, serta menunjukkan kemauan besar untuk belajar dan menerapkan konsep manajemen risiko yang disampaikan oleh tim pengabdian. Keterlibatan aktif mitra dalam diskusi dan simulasi studi kasus menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan usaha.

Kontribusi yang diberikan oleh Martabak Pecenongan 78 tidak hanya memperlancar jalannya kegiatan pengabdian, tetapi juga memperkaya dinamika pelaksanaan program dengan insight lapangan yang nyata dan aplikatif. Kehadiran mitra sebagai subjek sekaligus mitra belajar menjadikan kegiatan ini berjalan secara partisipatif dan bernilai praktis tinggi.



BAB IV 

LUARAN YANG INGIN DICAPAI

4.1    Luaran dari kegiatan PKM ini adalah sebagai berikut :

1.    Analisis manajemen risiko yang terunggah di Blog

Luaran dari kegiatan ini adalah publikasi pada Blog. Saat ini analisis sudah diselesaikan dan sudah di publish. Berikut link blog nya https://noteopedia.blogspot.com/2025/05/pengabdian-kepada-masyrakat-analisis.html

2.  Dokumentasi Kegiatan

Video kegiatan PKM telah diupload di Instagram, dengan link sebagai berikut : https://www.instagram.com/reel/DJvzMdfy68K/?igsh=MW4wMW9renluNm44NA==


 

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

Martabak Pecenongan 78 bukan sekadar bisnis kuliner biasa di Bandar Lampung. Berada di lokasi strategis Jalan Z.A. Pagar Alam, gerai ini menjadi favorit warga lokal maupun pendatang berkat martabak manis kekinian dan martabak telur yang autentik. Aroma lezat yang menggoda dan antrean panjang setiap malam menunjukkan popularitasnya yang tinggi.

Namun di balik kesuksesan itu, usaha ini menghadapi tantangan khas UMKM, seperti perubahan pasar, persaingan harga, dan ekspektasi pelanggan yang meningkat. Proses produksi yang masih manual serta pasokan bahan baku yang tidak stabil memperbesar risiko operasional. Selain itu, tuntutan digitalisasi seperti layanan pesan-antar online menambah kompleksitas usaha, mulai dari pencatatan pesanan hingga menjaga kualitas produk saat pengiriman.

Perubahan regulasi dan faktor eksternal lain juga menjadi ancaman. Oleh karena itu, Martabak Pecenongan 78 perlu strategi pengendalian risiko yang tepat agar bisnis tetap bertahan dan kompetitif. Identifikasi risiko serta perencanaan mitigasi menjadi kunci untuk menjaga kelangsungan dan reputasi usaha ini di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat.

5.1    Resiko Operasional

Dalam operasional harian, Martabak Pecenongan 78 sangat bergantung pada kehadiran karyawan seperti juru masak dan kasir, bila terjadi ketidakhadiran mendadak atau bahkan pengunduran diri secara tiba-tiba, kegiatan produksi dan pelayanan bisa terganggu secara serius.

Untuk mencegah hal ini terjadi, umkm telah menerapkan sistem shift dan rolling kerja yang dimana karyawan dijadwalkan secara bergantian dan dilatih untuk melakukan lebih dari satu pekerjaan. Dengan begitu, jika salah satu karyawan tidak hadir posisi tersebut dapat segera diisi oleh personel lain yang terbiasa menjalankan peran serupa. Strategi ini memungkinkan proses berjalan lancar meskipun terjadi gangguan SDM tiba-tiba.

5.2    Resiko Pemasaran dan Penjualan

Selera pasar yang dinamis adalah tantangan tersendiri. Bagaimana jika suatu saat tren makanan beralih ke produk lain dan permintaan martabak menurun ?

Yang dimana Martabak Pecenongan 78 harus siap dengan strategi pemasaran yang adaptif. Stategi yang dipakai adalah dengan inovasi menu, misalnya dengan menambhakan rasa baru ke menu atau membuat paket martabak mini yang ditujan untuk anak-anak serta promosi media sosial untuk mempertahankan perhatian pelanggan online terhadap olahan kami.


5.3    Risiko Hukum dan Regulasi

Kepatuhan terhadap peraturan pemerintah sangat penting saat menjalankan bisnis. Apakah Martabak Pecenongan 78 telah memenuhi semua persyaratan izin usaha serta apakah sudah mematuhi peraturan yang berkaitan dengan bkebersihan pangan, keamanan kerja, dan standar kesehatan ?

Martabak Pecenongan 78 secara aktif memastikan abhwa semua izin bisnis mulai dari izin usaha mikro kecil (IUMK), sertifikat laik hygiene, hingga izin lingkungan terpenuhi. Selain itu sesuai dengan peraturan yang berlaku, standar kebersihan pangan yang berlaku, dan kesehatan operasional telah menjadi prioritas utama.

Sebagai bentuk pengendalian risiko hukum, Pemilik usaha melakukan pembaruan dokumen mereka secara teratur dan mematuhi peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh dinas terkait. Martabak Pecenongan 78 membangun reputasi sebagai bisnis yang profesional dan bertanggung jawab di mata konsumen dan otoritas dengan memastikan bahwa semua kewajiban legal telah dipenuhi.

 

5.4    Risiko Teknologi dan Informasi

Di era digital, Martabak Pecenongan 78 juga mulai memanfaatkan aplikasi pemesanan online dan marketplace untuk memperluas jangkauan. Namun, apa yang terjadi jika sistem kasir error atau aplikasi marketplace mengalami gangguan teknis?

Untuk mengantisipasi hal ini, penting untuk memiliki backup manual, seperti mencatat transaksi secara tertulis jika sistem digital bermasalah. Bekerja sama dengan penyedia aplikasi yang memiliki layanan customer support responsif juga akan meminimalkan waktu downtime jika terjadi masalah teknis.

5.5    Risiko Lingkungan dan Sosial

Lokasi usaha di Jalan Z.A. Pagar Alam memang strategis, tetapi apakah lokasi ini rentan terhadap risiko banjir atau bencana alam lainnya? Jika iya, apa langkah mitigasi yang sudah dilakukan?

Lokasi bisnis dapat tergenang jika curah hujan tinggi dan saluran drainase sekitar tidak dapat menampung aliran air. Dalam situasi seperti ini, Martabak Pecenongan 78 secara sadar memilih untuk tidak berjualan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan karyawan, mencegah kerusakan peralatan, dan menjaga kualitas bahan makanan agar tidak tercemar oleh lingkungan yang tidak higienis.

Meskipun pemasukan harian akan terpengaruh oleh ketidakberoperasian saat banjir, keputusan ini merupakan cara yang rasional dan bertanggung jawab untuk mengendalikan risiko. Peralatan penting telah ditempatkan di tempat yang lebih tinggi untuk mencegah kerusakan saat air naik. Pemilik usaha juga mempertimbangkan untuk memiliki asuransi usaha untuk mengurangi kerugian karena musibah.

Melalui analisis menyeluruh terhadap berbagai risiko ini, Martabak Pecenongan 78 dapat memperkuat fondasi bisnisnya untuk menghadapi ketidakpastian di masa depan. Usaha kuliner bukan hanya tentang rasa dan pelayanan tetapi juga managemen harus strategi yang matang untuk mengantisipasi setiap tantangan. Martabak Pecenongan 78 diharapkan terus menjadi ikon kuliner kebanggaan Bandar Lampung yang lezat dan tangguh menghadapi perubahan berkat kesiapan menghadapi risiko.


 

BAB VI

MANFAAT YANG DI PEROLEH

6.1    Dampak Analisis Resiko Pada UMKM

Analisis risiko yang dilakukan pada UMKM Martabak Pecenongan 78 memberikan manfaat yang sangat besar dalam menciptakan sistem pengelolaan usaha yang lebih adaptif dan tangguh. Dengan pemetaan risiko secara menyeluruh baik dari aspek operasional, pemasaran, hukum dan regulasi, teknologi, maupun lingkungan. UMKM dapat memahami potensi ancaman yang mungkin terjadi di masa depan. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyusun strategi mitigasi yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif. Salah satu dampak nyata adalah peningkatan efisiensi kerja, karena proses operasional menjadi lebih terstruktur dan terstandarisasi.

Selain itu, analisis risiko ini mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya inovasi produk dan pelayanan, agar tetap relevan di tengah persaingan pasar yang ketat. UMKM juga mulai memperhatikan perlunya digitalisasi dan legalitas usaha sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Dari sisi keuangan, pengelolaan risiko juga membantu meminimalisir kerugian dan menjaga stabilitas pendapatan. Secara keseluruhan, proses ini berkontribusi pada peningkatan kualitas manajemen usaha dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat atau krisis.

6.2    Kontribusi Mitra Terhadap Pelaksanaan

Kontribusi mitra, yaitu pemilik dan pengelola Martabak Pecenongan 78, sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan program ini. Mitra menunjukkan keterbukaan yang tinggi dalam membagikan informasi terkait kondisi internal usaha, termasuk kendala-kendala yang dihadapi sehari-hari. Mereka juga bersedia mengikuti tahapan analisis risiko secara aktif, mulai dari proses wawancara, observasi lapangan, hingga implementasi strategi mitigasi yang disarankan oleh tim pendamping.

Selain itu, mitra menunjukkan antusiasme dalam menerima masukan serta melakukan perbaikan dalam berbagai aspek, seperti peningkatan kualitas produk, pengelolaan sumber daya manusia, dan penggunaan media digital sebagai alat promosi dan penjualan. Keterlibatan langsung ini mencerminkan keseriusan mitra dalam mengembangkan usahanya ke arah yang lebih profesional dan berkelanjutan. Mereka juga mendukung penuh kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan, serta berinisiatif menerapkan inovasi baru sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi risiko. Komitmen dan kolaborasi aktif dari mitra menjadi kunci dalam tercapainya tujuan program, yaitu menciptakan UMKM yang lebih tangguh, adaptif, dan siap bersaing.


 

BAB VII
FAKTOR PENGHAMBAT, FAKTOR PENDUKUNG DAN TINDAK LANJUT

7.1    Faktor yang Menghambat/Kendala

Dalam pelaksanaan program analisis risiko, terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan waktu dari pihak mitra, yang menyebabkan proses pengumpulan data dan implementasi strategi mitigasi harus menyesuaikan dengan jadwal operasional usaha. Selain itu, keterbatasan pemahaman awal tentang manajemen risiko membuat proses awal pendampingan memerlukan penjelasan dan pendekatan yang lebih intensif.

7.2    Faktor yang Mendukung

Meskipun terdapat berbagai kendala, keberhasilan program ini juga ditopang oleh beberapa faktor pendukung yang signifikan. Faktor utama adalah komitmen dan keterbukaan pemilik usaha dalam menerima masukan serta kesediaan untuk beradaptasi dengan strategi baru. Lingkungan kerja yang kondusif dan adanya rasa ingin berkembang dari tim internal UMKM turut mempercepat proses implementasi. Dukungan teknologi digital, seperti penggunaan media sosial dan aplikasi pemesanan online, juga menjadi alat bantu penting dalam strategi pemasaran dan pencatatan transaksi. Selain itu, keterlibatan aktif tim pendamping serta pendekatan yang komunikatif dan solutif memperkuat kerja sama antara mitra dan pendamping selama proses berlangsung.

7.3    Solusi dan Tindak Lanjutnya

Untuk mengatasi kendala yang ada, solusi yang diterapkan antara lain adalah penyusunan jadwal pendampingan yang fleksibel dan tidak mengganggu operasional usaha, serta penyederhanaan materi pelatihan agar mudah dipahami oleh pelaku UMKM. Dalam jangka panjang, tindak lanjut yang akan dilakukan meliputi pelatihan lanjutan terkait manajemen risiko, pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui workshop singkat, serta penerapan sistem evaluasi rutin untuk menilai efektivitas strategi mitigasi. Selain itu, UMKM didorong untuk terus melakukan inovasi produk dan memperkuat branding melalui media digital agar tetap kompetitif.



BAB VIII 

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, dapat disimpulkan bahwa Martabak Pecenongan 78 sebagai salah satu pelaku UMKM di sektor kuliner telah menghadapi berbagai risiko usaha yang bersifat operasional, pemasaran, hukum dan regulasi, teknologi informasi, serta lingkungan. Meskipun usaha ini dikenal luas dan memiliki pelanggan yang loyal, tetap diperlukan pendekatan manajemen risiko yang sistematis untuk menjaga kelangsungan bisnisnya.

Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar risiko telah dikenali oleh pihak pengelola, namun belum seluruhnya ditangani secara strategis dan terdokumentasi. Melalui kegiatan ini, telah dilakukan pemetaan risiko dan disusun strategi mitigasi yang relevan dan aplikatif, seperti rotasi kerja untuk mengatasi risiko karyawan, inovasi produk untuk merespons dinamika pasar, pencatatan manual untuk risiko sistem digital, hingga antisipasi terhadap risiko banjir.

Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran pemilik usaha terhadap pentingnya pengelolaan risiko, serta adanya komitmen untuk mengimplementasikan strategi yang telah disepakati. Dengan demikian, Martabak Pecenongan 78 diharapkan menjadi usaha yang lebih adaptif dan tangguh dalam menghadapi ketidakpastian serta tetap kompetitif di tengah persaingan pasar kuliner yang semakin dinamis.

 8.1    Saran

1.       Penerapan Sistem Manajemen Risiko Secara Formal

Martabak Pecenongan 78 disarankan mulai membangun sistem manajemen risiko yang terdokumentasi, agar proses identifikasi dan mitigasi risiko dapat dijalankan secara konsisten dan terukur, tidak hanya berdasarkan intuisi semata.

2.      Pelatihan dan Pengembangan SDM

Disarankan untuk melakukan pelatihan berkala bagi karyawan dalam hal manajemen risiko operasional, penggunaan teknologi, dan pelayanan pelanggan, agar risiko akibat human error bisa diminimalkan.

3.      Pemanfaatan Teknologi Digital Secara Optimal

Mengingat tren digitalisasi, Martabak Pecenongan 78 diharapkan meningkatkan penggunaan teknologi untuk pencatatan transaksi, pengelolaan stok, dan pemasaran digital, termasukbackup sistem dan integrasi layanan online.

4.      Evaluasi Berkala terhadap Risiko Usaha

Diperlukan evaluasi rutin terhadap kondisi internal dan eksternal usaha untuk mengidentifikasi risiko baru yang mungkin muncul seiring perubahan pasar, regulasi, atau kondisi lingkungan.

5.      Perluasan Kerja Sama dengan Institusi Pendidikan dan Pemerintah

Agar upaya penguatan UMKM dapat berjalan berkelanjutan, Martabak Pecenongan 78 disarankan menjalin kerja sama dengan pihak eksternal, baik akademisi maupun pemerintah daerah, untuk mendapatkan pelatihan, bantuan legalitas, serta dukungan promosi.


LAMPIRAN



Lampiran 1. Sesi Wawancara dengan Salah Satu Karyawan Martabak Pecenongan 78





Lampiran 2. Foto Bersama Martabak Pecenongan 78






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengabdian Kepada Masyrakat : Analisis dan Strategis Pengendalian Risiko UMKM Martabak Pecenongan 78

LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYRAKAT (PKM) TAHUN PELAKSANAAN SEMESTER GENAP 2024/2025 ANALISIS MANAJEMEN RISIKO SEBAGAI UPAYA PENI...